Wednesday, October 1, 2008
AMD vs Intel : Perlawanan Sebuah Prosesor Tangguh
Tidak bisa dipungkiri, persaingan pasar prosesor akhir-akhir kian memanas dengan dua kubu sebagai pemain utama persaingan, yaitu Intel yang telah lama mendominasi pasar dan AMD yang baru-baru ini banyak meluncurkan produk yang unjuk kerjanya cukup mengancam dominasi Intel.
---
Tanpa memihak pada Intel maupun AMD, dan membiarkan Anda mengerti sebagai konsumen, persaingan keras kedua perusahaan ini untuk mendominasi pasar dari musim ke musim berikutnya tidak selalu membuat produk dari perusahaan yang satu menjadi lebih baik dari produk perusahaan yang lain, begitu pula sebaliknya.
Sebenarnya akan lebih baik jika mempunyai pilihan ketiga, namun sayangnya semua teknologi terbaik dari Transmeta masih diperdebatkan keabsahan HAKI-nya. Masih saja tentang proses penghematan energi yang dianggap lebih penting pada setiap perbandingan unjuk kerja dari hari ke hari.
Seperti yang kita ketahui sekarang, Intel mendominasi pasar prosesor, baik dari segi harga, unjuk kerja, dan tentu saja dari segi kepastian mutu. Tentu saja pendapat ini timbul tanpa memperhitungkan AMD didalamnya.
Selama ini AMD telah lambat dalam menangani 'kekakuan' dalam pengembangan teknologinya, melesetnya tanggal peluncuran mungkin telah mengakibatkan AMD mati langkah dalam menghadapi pesaingnya, dan apapun hasilnya itu telah membuat AMD berhutang $5 Milyar kepada ATI di permulaan tahun ini.
Chipset AMD 690G adalah salah satu contoh sukses yang terkenal, dan jika Intel telah mengajarkan kita segalanya, semua itu menyamaratakan jalan dominasi chipset di pasar PC. AMD tidak tertidur dalam perputaran roda teknologi prosesor. Mungkin banyak terlambat, tetapi tidak mati. Saat ini AMD telah menyiapkan sebuah prosesor tangguh yang dijuluki ‘K10’, dan sebuah prosesor perbaikan dari 'Barcelona'. Tidak banyak yang tahu tentang unjuk kerja prosesor desktop AMD yang akan datang (K10 Phenom X2 dan X4) saat ini, namun kita harus mencari tahu dengan cepat apakah ‘Agena’ dan ’Kuma’ ini akan dapat membuat Intel merugi.
Ketika banyak produk AMD yang sukses belakangan ini, maka akan banyak rekannya yang mengikuti jejaknya, sedangkan Intel menjamin bahwa kesuksesan prosesor Core 2 Duo akan menjadi rancangan sempurna bagi sebuah chipset masa depan. Seperti yang mereka katakan, “Inilah yang namanya chipset”.
Prosesor Intel Core 2 Duo adalah prosesor yang sangat efesien, nilai dengan TDP (Thermal Design Power) hanya kurang lebih setengah dari yang digunakan seri Pentium 4/D, dan dalam test pemakaian nyata menunjukkan bahwa sistem komputer yang mempergunakan Intel Core 2 Duo memang menghemat banyak tenaga.
Itu semua memang baik, hal ini sangat mengangkat Intel bukan karena selisih beberapa point kecepatannya, namun karena Core 2 Duo memang lebih cepat dan harganya yang sangat kompetitif. Mungkin nilai dari sebuah prosesor masih seringkali tidak kita perhatikan selama ini. Yang perlu diingat adalah walaupun Extreme Edition dari Intel masih dihargai sangat tinggi, namun masih dipandang sangat pantas untuk inovasi CPU desktop. Bandingkan dengan prosesor AMD yang dengan harga yang relatif sama, Intel tetap masih berada di atasnya.
< style="margin-bottom: 0in" align="justify">Jadi sebagaimana telah dibahas di atas, sebenarnya kapankan waktu yang tepat untuk AMD ataupun Intel? Intel masih memenangkan babak ini. Intinya bahwa manuver Intel masih melebihi AMD, juga seluruh generasi prosesor ganda yang ada. Unjuk kerja Core 2 Duo memang sangat memuaskan, itulah sebabnya banyak yang merekomendasikannya.
Namun sebelum menutup pembicaraan ini, ada satu hal lagi yang harus diingat. Sepanjang perbandingan kita berdasarkan pada kesetiaan pada merk dan uji unjuk kerja saja, maka tidak akan ada banyak pilihan dari teknologi yang terbaru dan terbaik. Yang terpenting saat ini adalah jika komputer yang Anda pakai sekarang telah mampu memenuhi semua kebutuhan komputasi Anda, maka Anda tidak perlu lagi repot memilih antara Intel dan AMD.
---
Tanpa memihak pada Intel maupun AMD, dan membiarkan Anda mengerti sebagai konsumen, persaingan keras kedua perusahaan ini untuk mendominasi pasar dari musim ke musim berikutnya tidak selalu membuat produk dari perusahaan yang satu menjadi lebih baik dari produk perusahaan yang lain, begitu pula sebaliknya.
Sebenarnya akan lebih baik jika mempunyai pilihan ketiga, namun sayangnya semua teknologi terbaik dari Transmeta masih diperdebatkan keabsahan HAKI-nya. Masih saja tentang proses penghematan energi yang dianggap lebih penting pada setiap perbandingan unjuk kerja dari hari ke hari.
Seperti yang kita ketahui sekarang, Intel mendominasi pasar prosesor, baik dari segi harga, unjuk kerja, dan tentu saja dari segi kepastian mutu. Tentu saja pendapat ini timbul tanpa memperhitungkan AMD didalamnya.
Selama ini AMD telah lambat dalam menangani 'kekakuan' dalam pengembangan teknologinya, melesetnya tanggal peluncuran mungkin telah mengakibatkan AMD mati langkah dalam menghadapi pesaingnya, dan apapun hasilnya itu telah membuat AMD berhutang $5 Milyar kepada ATI di permulaan tahun ini.
Chipset AMD 690G adalah salah satu contoh sukses yang terkenal, dan jika Intel telah mengajarkan kita segalanya, semua itu menyamaratakan jalan dominasi chipset di pasar PC. AMD tidak tertidur dalam perputaran roda teknologi prosesor. Mungkin banyak terlambat, tetapi tidak mati. Saat ini AMD telah menyiapkan sebuah prosesor tangguh yang dijuluki ‘K10’, dan sebuah prosesor perbaikan dari 'Barcelona'. Tidak banyak yang tahu tentang unjuk kerja prosesor desktop AMD yang akan datang (K10 Phenom X2 dan X4) saat ini, namun kita harus mencari tahu dengan cepat apakah ‘Agena’ dan ’Kuma’ ini akan dapat membuat Intel merugi.
Ketika banyak produk AMD yang sukses belakangan ini, maka akan banyak rekannya yang mengikuti jejaknya, sedangkan Intel menjamin bahwa kesuksesan prosesor Core 2 Duo akan menjadi rancangan sempurna bagi sebuah chipset masa depan. Seperti yang mereka katakan, “Inilah yang namanya chipset”.
Prosesor Intel Core 2 Duo adalah prosesor yang sangat efesien, nilai dengan TDP (Thermal Design Power) hanya kurang lebih setengah dari yang digunakan seri Pentium 4/D, dan dalam test pemakaian nyata menunjukkan bahwa sistem komputer yang mempergunakan Intel Core 2 Duo memang menghemat banyak tenaga.
Itu semua memang baik, hal ini sangat mengangkat Intel bukan karena selisih beberapa point kecepatannya, namun karena Core 2 Duo memang lebih cepat dan harganya yang sangat kompetitif. Mungkin nilai dari sebuah prosesor masih seringkali tidak kita perhatikan selama ini. Yang perlu diingat adalah walaupun Extreme Edition dari Intel masih dihargai sangat tinggi, namun masih dipandang sangat pantas untuk inovasi CPU desktop. Bandingkan dengan prosesor AMD yang dengan harga yang relatif sama, Intel tetap masih berada di atasnya.
< style="margin-bottom: 0in" align="justify">Jadi sebagaimana telah dibahas di atas, sebenarnya kapankan waktu yang tepat untuk AMD ataupun Intel? Intel masih memenangkan babak ini. Intinya bahwa manuver Intel masih melebihi AMD, juga seluruh generasi prosesor ganda yang ada. Unjuk kerja Core 2 Duo memang sangat memuaskan, itulah sebabnya banyak yang merekomendasikannya.
Namun sebelum menutup pembicaraan ini, ada satu hal lagi yang harus diingat. Sepanjang perbandingan kita berdasarkan pada kesetiaan pada merk dan uji unjuk kerja saja, maka tidak akan ada banyak pilihan dari teknologi yang terbaru dan terbaik. Yang terpenting saat ini adalah jika komputer yang Anda pakai sekarang telah mampu memenuhi semua kebutuhan komputasi Anda, maka Anda tidak perlu lagi repot memilih antara Intel dan AMD.
Toshiba Qosmio G55
Toshiba Qosmio G55, laptop pertama yang menggunakan co-processor parallel. Co-processor parallel yang ada pada Qosmio G55 diartikan sebagai cee processor yang telah dikembangkan oleh tiga perusahaan besar, yakni Toshiba, Sony dan IBM, yang dipasang pada PlayStation 3.
Sekarang ini Toshiba menjuluki laptop Qosmio G55 sebagai “Toshiba Quad Core HD Processor”, namun pada intinya Toshiba ingin memuaskan kossumen agar konsumen dapat menikmati kecepatan akses multimedia seperti transcoding video. Fitur yang dimiliki Qosmio G55 termasuk harddisk berkapasitas 500GB, dan Qosmio G55 merupakan laptop pertama yang menggunakan 18,4 inch layar lebar TruBrite berwarna glossy. Keuntungan dari display glossy berukuran 18,4 inch ini lebih bagus dalam menampilkan gambar daripada display tradisional yang berukuran 17,1 inch karena terjadi perbandingan 16: 9 ketika menampilkan film dengan layar lebar.
Toshiba Qosmio G55 akan hadir pada bulan Juli tahun ini dengan harga berkisar USD 1,550. Berikut spesifikasi laptop Qosmio G55 dari Toshiba :
~ Display : 18,4 inch dengan resolusi 1680x945 piksel
~ Processor : Intel Centrino 2 CPU (“Quad Core HD processor”)
~ Harddisk : 500GB (dua harddisk masing-masing 250GB)
~ VGA card (Kartu Grafis) GeForce 9600M GT
~ DDR3 RAM 4GB
~ DVD Video MPEG2
~ Tombol Feathertouch multimedia
~ Port eSATA berkecepatan tinggi
~ Speaker Harman® Kardon merefleksikan kejernihan suara dan bass
~ Mouse : Toshiba Wireless 2.4 GHz RF Optical
~ Port USB : dynadock™ USB
Dukungan WiMax pada Produk Nokia
Nokia Corp merencanakan penambahan konektivitas WiMax tablet Internet N-series di tahun 2008.
WiMax adalah teknologi wide-area networking yang menawarkan kecepatan download lebih cepat daripada jaringan mobile 3G (third-generation) dan memiliki daya jangkau lebih luas daripada Wi-Fi. Penambahan teknologi WiMax pada tablet Internet memungkinkan user berselancar di Web lebih cepat atau melakukan panggilan jarak jauh menggunakan Skype Ltd. yang ada di luar jangkauan hot spot Wi-Fi.
Internet tablet keluaran Nokia yang baru beredar saat ini, yaitu N800, memiliki layar wide-screen beresolusi 800 x 480 pixel. Piranti ini sudah dilengkapi dengan Wi-Fi dan Bluetooth 2.0. N800 juga mendukung jaringan seluler, walaupun Bluetooth bisa digunakan juga untuk terkoneksi dengan telepon seluler.
Internet tablets Nokia, yang berjalan di atas sistem operasi Linux, akan menggunakan chipset Broad Peak WiMax dari Intel Corp. Chip yang sama juga akan digunakan pada laptop-laptop Centrino masa datang yang mendukung WiMax.
Sampai dengan kuartal kedua 2008, laptop-laptop Centrino dengan dukungan WiMax akan diproduksi oleh Asustek Computer Inc., Acer Inc., Lenovo Group Ltd., Toshiba Corp. dan Matsushita Electric Industrial Co., yang menjual laptop di bawah merek Panasonic.
Nokia mengatakan Internet tablet dengan dukungan WiMax akan diedarkan di wilayah Amerika Serikat dan bisa digunakan dengan memanfaatkan jaringan Sprint Nextel Corp. Sementara ini belum diperoleh informasi pasti apakah Nokia juga merencanakan menjual piranti WiMax di luar wilayah AS.
Sumber: IDG News Service
WiMax adalah teknologi wide-area networking yang menawarkan kecepatan download lebih cepat daripada jaringan mobile 3G (third-generation) dan memiliki daya jangkau lebih luas daripada Wi-Fi. Penambahan teknologi WiMax pada tablet Internet memungkinkan user berselancar di Web lebih cepat atau melakukan panggilan jarak jauh menggunakan Skype Ltd. yang ada di luar jangkauan hot spot Wi-Fi.
Internet tablet keluaran Nokia yang baru beredar saat ini, yaitu N800, memiliki layar wide-screen beresolusi 800 x 480 pixel. Piranti ini sudah dilengkapi dengan Wi-Fi dan Bluetooth 2.0. N800 juga mendukung jaringan seluler, walaupun Bluetooth bisa digunakan juga untuk terkoneksi dengan telepon seluler.
Internet tablets Nokia, yang berjalan di atas sistem operasi Linux, akan menggunakan chipset Broad Peak WiMax dari Intel Corp. Chip yang sama juga akan digunakan pada laptop-laptop Centrino masa datang yang mendukung WiMax.
Sampai dengan kuartal kedua 2008, laptop-laptop Centrino dengan dukungan WiMax akan diproduksi oleh Asustek Computer Inc., Acer Inc., Lenovo Group Ltd., Toshiba Corp. dan Matsushita Electric Industrial Co., yang menjual laptop di bawah merek Panasonic.
Nokia mengatakan Internet tablet dengan dukungan WiMax akan diedarkan di wilayah Amerika Serikat dan bisa digunakan dengan memanfaatkan jaringan Sprint Nextel Corp. Sementara ini belum diperoleh informasi pasti apakah Nokia juga merencanakan menjual piranti WiMax di luar wilayah AS.
Sumber: IDG News Service
Subscribe to:
Posts (Atom)
